Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

PUKULAN HELM YANG MENAMPAKKAN WAJAH ASLI INSTITUSI

Sore itu di Tual, seorang ibu kehilangan anaknya. Bukan karena sakit, bukan karena kecelakaan. Tapi karena helm taktikal yang diayunkan ke kepala bocahnya oleh oknum Brimob. Arianto Tawakal, 14 tahun,  berboncengan motor dengan kakaknya, melaju di jalan yang setiap hari dilaluinya. Lalu tanpa peringatan, tanpa prosedur, Bripda Masias Siahaya mengayunkan helm ke kepalanya. Satu pukulan. Arianto jatuh ke aspal dan tak pernah bangun lagi. Kakaknya yang masih 15 tahun menjerit memegangi tangannya yang patah. Di rumah, ibunya menunggu dengan makanan hangat yang tak akan pernah disentuh anaknya. Ini bukan pertama kalinya. Kita sudah melihat Gamma di Semarang, Afif di Padang, dan kini Arianto di Tual. Pola yang sama: anak-anak pulang sekolah, aparat bertindak brutal, nyawa melayang, lalu institusi mengeluarkan pernyataan belasungkawa dan janji investigasi yang tak pernah tuntas. Seperti kaset rusak yang diputar berulang. Dua puluh delapan tahun reformasi Polri digembar-gemborkan. Dua pulu...

Postingan Terbaru

Senat Mahasiswa UIN Salatiga Gelar Public Hearing, Ajak Civitas Akademika Berkolaborasi untuk Mendengarkan Aspirasi Mahasiswa

PMII RAYON SUYAWIJAYA adakan Diskusi Islam Tradisi dan Islamisasi Tradisi, agar Mahasiswa Umum dan anggota PMII bisa mempertahankan dan menggembangkan Tradisi Islam di Indonesia

Menjadi Bijak di Era Post-Truth (Muhammad Taufiqi Abdillah)

Semoga Tuhan Menyadarkanmu

Indahnya Keharmonisan

PMII RAYON SUTAWIJAYA GELAR PELATIHAN KADER DASAR KE-2 TAHUN 2018

Seribu Kata untuk Pertanian di Indonesia

FILSAFAT ISLAM DI BARAT & TIMUR

Relasi Pancasila dengan Rukun Islam