PMII RAYON SUTAWIJAYA GELAR PELATIHAN KADER DASAR KE-2 TAHUN 2018
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Sutawijaya Kota Salatiga pada Kamis-Ahad/26-29 April melaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) bagi para anggota rayon. Kegiatan tersebut terselenggara di Pondok Pesantren Al-Falaahiyyah Desa Kauman Lor, Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Dalam agenda selama 4 hari tersebut, peserta sejumlah 21 orang dengan sungguh-sungguh dan antusias melaksanakan agenda dari Pengurus Rayon Sutawijaya tersebut.
Rangkaian Pelatihan Kader Dasar telah dilakukan selama 1 minggu sebelum hari pelaksanaan. Dalam pra wacana PKD, dari pengurus Rayon melaksanakan diskusi bersama mengenai materi wajib MAPABA meliputi ; Nilai Dasar Pergerakan, ASWAJA, Historis PMII. selain itu, peserta juga diwajibkan untuk melakukan tahapan pra PKD yaitu melengkapi berkas persyaratan dan tes wawancara.
Ketua Panitia PKD yang dipimpin oleh M. Rasyid Ridla (20) mengatakan bahwa agenda PKD ini adalah agenda yang sakral, apabila para peserta dapat mendalami kegiatan tersebut insyaAllah segala yang dilalui akan menjadi manfaat dan amal ibadah peserta dalam mencari ilmu.
Dalam pembukaan PKD, Ketua Rayon Sutawijaya yakni M. Fairus Kadomi (21) menegaskan bahwa PKD adalah ajang menambah kualitas intelektual dan spiritual para calon kader PMII, tetapi jangan salah tangkap bahwa di setiap ilmunya haruslah semakin rendah hati. Sahabat Isyroh Fuadi (23) Sekretaris Umum Komisariat Djoko Tingkir Kota Salatiga berpesan bahwa forum PKD adalah forum yang akan melahirkan para pemimpin hebat, revolusi mental serta daya fikir harus lebih luas serta bijaksana dalam menghadapi persoalan sosial. Tak ketinggalan pula, Ketua Cabang PMII Kota Salatiga yang dinakhodai oleh M. Farid Kurniawan (23) berharap bahwa calon kader rayon Sutawijaya adalah pribadi yang mampu meng-ejawentahkan nilai luhur ke PMIIan, serta cinta tanah air dan bangsa.
Rangkaian acara PKD yang dimulai hari Kamis-Minggu ini terdiri dari 9 materi, yaitu Historis PMII, Aktualisasi Nilai Dasar Pergerakan, Studi Gender dan Gerakan Perempuan, Peta Gerakan Islam Nusantara, Analisis Diri dan Sosial, Antropologi Kampus, Aswaja an-Nahdliyah, Strategi dan Taktik Pengembangan PMII.
Sebagai organisasi pengkaderan, tak lupa bagi peserta PKD Rayon Sutawijaya untuk dapat menularkan keilmuannya. Sebagai koordinator, Sahabat Walid (23) beserta peserta lain membentuk Korp Hizbullah. Para peserta berharap bahwa semangat Hizbullah ini dapat menjadikan langkah untuk berproses di PMII lebih mantap serta memiliki identitas yang kuat. Mereka menuturkan bahwa cara berproses memang berbeda, tetapi memiliki PMII harus sama rasa,sehingga semangat juang harus ikut tertuang di dalam setiap langkah gerakan.
Kegiatan yang berlangsung juga dipandu oleh sahabat dari Komisariat Djoko Tingkir PMII Kota Salatiga yang terdiri dari Sahabat Maimun Zuhdi (23) dan Sahabat Akhzin Azizi (25) sebagai instruktur dan accesor/penilai. (MFK/24-05-2018)

Komentar
Posting Komentar